Menu
Rumah panggung kayu di atas air laut yang jernih

Pulau Mbuang-Mbuang 2027: Danau Ubur-Ubur dan Bukit Popisi

Orang menyebutnya pulau Mbuang-Mbuang: desa wisata paling ujung di Kabupaten Banggai Laut, sekitar 80 km di tenggara Kota Banggai, dengan danau air asin bernama Paisu Batongan yang penuh ubur-ubur tak menyengat. Jalan ke sana hanya lewat laut. Speedboat carter butuh sekitar 2 jam sekali jalan dengan tarif sampai Rp 4.000.000 per perahu, sedangkan kapal umum memakan 7 sampai 8 jam.

Ini bukan tempat yang bisa diselipkan di sela jadwal. Dari Desember sampai Februari gelombang sering membuatnya mustahil didatangi, dan bahkan di musim kemarau juru mudi akan membatalkan keberangkatan kalau laut sedang naik. Kalau rencana Anda longgar dan cuaca berpihak, inilah bagian Kepulauan Banggai yang paling jarang dilihat orang.

Mbuang-Mbuang sekilas

LokasiDesa Mbuang-Mbuang, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, sekitar 80 km di tenggara Kota Banggai
Cara ke sanaSpeedboat carter dari Kota Banggai sekitar 2 jam; kapal umum 7 sampai 8 jam
BiayaSpeedboat sampai Rp 4.000.000 per perahu; kapal umum sekitar Rp 100.000; tiket danau dan Bukit Popisi tercatat Rp 35.000 per orang
MenginapHomestay desa, tercatat mulai Rp 100.000 sampai 175.000 per malam
Waktu terbaikMei sampai Oktober; September dan Oktober paling tenang

Di mana pulau Mbuang-Mbuang

Mbuang-Mbuang adalah nama desa di Kecamatan Bokan Kepulauan, di gugusan pulau yang juga disebut Bowokan. Menurut laporan Kompas dan Kumparan, kampungnya berada di Pulau Salue Kecil, tetapi dalam percakapan sehari-hari orang cukup menyebut “ke Mbuang-Mbuang”. Di sebelah timur desa ini sudah Provinsi Maluku Utara, dan di selatannya Laut Banda.

Penduduknya sekitar 430 orang menurut liputan tahun 2021, sebagian besar nelayan gurita, lobster, dan rumput laut. Sebagian dari mereka kini juga menjadi pemandu dan menyewakan perahu. Desa ini ditetapkan sebagai desa wisata pada 2021 dan sejak itu beberapa kali masuk nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia.

Cara ke Mbuang-Mbuang dari Luwuk dan Kota Banggai

Semua perjalanan dimulai dari Luwuk di daratan Sulawesi Tengah. Kalau Anda datang dari luar Sulawesi, baca dulu cara ke Luwuk dari Jakarta.

  1. Luwuk ke Kota Banggai. Feri malam biasanya berangkat Senin, Rabu, dan Jumat sekitar pukul 16.00 atau 21.00, berlayar 8 sampai 9 jam, dan tiba keesokan paginya. Jalur lain lewat Peleng: mobil ke dermaga Tobing, lalu speedboat bersama sekitar 30 menit dengan tarif sekitar Rp 80.000.
  2. Kota Banggai ke Mbuang-Mbuang. Speedboat carter sekitar 2 jam sekali jalan. Kapal umum yang lambat butuh 7 sampai 8 jam, sehingga tidak bisa dipakai untuk pergi pulang sehari.
  3. Pulang. Feri Kota Banggai ke Luwuk biasanya berangkat Selasa dan Kamis sekitar pukul 08.00. Atur hari terakhir Anda supaya jatuh pada salah satunya.

Jadwal feri berubah mengikuti cuaca, jadi cek lagi di halaman jadwal kapal Luwuk ke Kepulauan Banggai menjelang berangkat.

Soal biaya, speedboat adalah pos terbesar. Rp 4.000.000 dibagi empat orang berarti Rp 1.000.000 per orang untuk sehari. Untuk dua orang, angka itu menggandakan biaya seluruh perjalanan, dan itulah alasan jujur kenapa banyak pengunjung Banggai Laut melewatkan Mbuang-Mbuang.

Danau ubur-ubur Banggai Laut: Paisu Batongan

Paisu Batongan adalah danau air asin seluas kira-kira 20 hektare yang dikelilingi bakau. Airnya asin, tetapi kabarnya tidak seasin laut di luar. Di dalamnya hidup ribuan ubur-ubur yang tidak menyengat, berwarna putih bening, kuning, dan jingga. Mereka berenang dekat permukaan, jadi Anda sudah bisa melihatnya dari dermaga apung sebelum turun ke air.

Jumlahnya berubah-ubah. Laporan Kompas menyebut pada musim hujan ubur-ubur bisa menutupi sebagian besar permukaan danau, padahal musim itu justru paling sulit untuk menyeberang. Jadi di musim kemarau jangan berharap melihat foto-foto terpadat yang beredar di internet. Tiket masuk danau tercatat Rp 35.000 per orang.

Aturan di danau

Danau tertutup seperti ini rapuh. Ubur-uburnya tidak punya tempat lain untuk pergi, dan apa pun yang larut dari kulit Anda tinggal di air itu.

  • Jangan pakai tabir surya, losion, atau obat nyamuk sebelum masuk air. Kalau terpaksa, pakai yang aman bagi karang dan bilas badan dulu. Baju renang lengan panjang lebih baik.
  • Jangan pakai kaki katak. Desa melarangnya karena kibasannya melukai ubur-ubur.
  • Berenang pelan dengan gerakan tangan, dan jangan menendang di dekat mereka.
  • Jangan mengangkat ubur-ubur keluar dari air, sebentar pun, demi foto.

Bukit Popisi

Kebanyakan orang datang untuk danaunya, lalu pulang dengan membicarakan Bukit Popisi. Dari atas terlihat pulau-pulau karst kecil di Teluk Popisi dengan air dangkal berwarna biru muda di sela-selanya, pemandangan yang sering disamakan dengan Raja Ampat. Popisi sendiri berarti jeruk dalam bahasa Banggai.

Bukit ini dicapai dengan perahu, kabarnya sekitar 30 menit dari kampung. Perahu merapat di dermaga kecil yang tertutup dahan bakau, dan alur masuknya ditandai pelampung supaya perahu tidak kandas di karang. Dari dermaga, tangga berpegangan yang dibangun pemerintah daerah membawa Anda ke puncak dalam 10 sampai 15 menit. Sore hari cahayanya paling enak, tetapi itu berarti Anda harus menginap.

Selain danau dan bukit

Kalau Anda bermalam, ada cukup banyak untuk mengisi hari kedua. Pantai Pasir Panjang punya karang keras dan lunak yang bisa dilihat dengan snorkel, paling tenang dari pagi sampai tengah hari. Pantai Pingo yang sepi berada dekat danau. Di depan dermaga kampung ada Taman Laut Kima, kawasan kerang raksasa yang bisa dicapai dengan berenang dari tepi.

Di darat ada Gua Pangaan, sekitar 10 menit naik motor dari kampung, dengan kelelawar dan kolam kecil berair asin. Bawa senter kepala.

5 HARI · 4 MALAM · BANGGAI LAUT & PAISU POK

Paket Kepulauan Banggai: Terumbu, Capungan & Danau Biru

Feri sore ke Salakan, pantai-pantai Banggai Laut, penyeberangan Tobing, dan Paisu Pok saat fajar. Perahu, kamar, dan makan sudah diatur.
MULAI Rp 7,35jt / orang · rombongan 4 orang
Lihat Paket Ini →
Pesan langsung · Harga terbaik dijamin

Homestay Mbuang-Mbuang dan makan

Jangan membayangkan resor. Platform desa wisata milik Kementerian Pariwisata mencatat dua pilihan: homestay desa mulai Rp 175.000 per malam dengan kamar mandi bersama, kipas angin, dan sarapan, serta homestay di Pantai Pasir Panjang mulai Rp 100.000. Di lapangan, yang akan Anda temui adalah satu penginapan sederhana yang menyediakan makan. Jangan berharap menu; makan apa yang dimasak hari itu.

Listrik dan sinyal adalah dua hal yang informasinya saling bertentangan. Ada laporan desa ini memakai pembangkit tenaga surya sejak 2018, ada juga pengunjung yang menulis listrik hanya menyala malam hari dari genset. Sinyal telepon lemah sampai tidak ada. Bawa power bank, kabari keluarga sebelum berangkat dari Kota Banggai, dan bawa uang tunai secukupnya; jangan berharap ada ATM.

Malam sebelum dan sesudahnya Anda menginap di Kota Banggai. Pilihan kamarnya ada di panduan penginapan Kepulauan Banggai.

Waktu terbaik dan cuaca

Musim berlayar di Banggai Laut adalah Mei sampai Oktober, dengan September dan Oktober sebagai bulan paling tenang. Dari Desember sampai Februari Mbuang-Mbuang praktis tidak bisa didatangi. Dua jam di speedboat terbuka saat ombak tinggi bukan hanya tidak nyaman, tetapi berbahaya, dan juru mudi yang baik akan menolak berangkat.

Sisihkan satu hari cadangan. Kalau laut naik pada hari kepulangan, Anda menunggu di pulau, dan feri ke Luwuk tidak menunggu Anda.

Tips praktis

  • Cek prakiraan gelombang sebelum membayar speedboat, dan sepakati dari awal apa yang terjadi dengan uang muka kalau keberangkatan batal karena cuaca.
  • Tambahkan dua hari ke rencana Banggai Laut Anda untuk Mbuang-Mbuang. Sehari pergi pulang dengan speedboat memang bisa, tetapi terburu-buru.
  • Bawa kantong kedap air, topi, air minum, dan obat mabuk laut.
  • Bawa pulang semua sampah. Pulau sekecil ini tidak punya tempat untuk menampungnya.

Trip kami privat, jadi kami bisa mencarikan speedboat, memantau cuaca bersama juru mudi, dan menyusun harinya mengikuti jadwal feri Anda. Paket Kepulauan Banggai 5 hari kami tidak sampai ke Mbuang-Mbuang. Kalau ingin menambahkannya, tanyakan dulu kepada kami apakah bisa diatur.

Rincian pos pengeluaran lain, dari feri sampai makan, ada di tulisan kami tentang biaya liburan ke Kepulauan Banggai. Dan kalau Mbuang-Mbuang akhirnya tidak masuk anggaran atau cuaca, pantai dan terumbu yang lebih dekat dari kota kami bahas di panduan Banggai Laut.

Bagaimana cara ke Pulau Mbuang-Mbuang?

Dari Luwuk, naik feri malam ke Kota Banggai atau lewat Peleng dan dermaga Tobing. Dari Kota Banggai, speedboat carter butuh sekitar dua jam sekali jalan dengan tarif sampai Rp 4.000.000 per perahu. Kapal umum jauh lebih murah, tetapi memakan tujuh sampai delapan jam dan tidak bisa dipakai untuk perjalanan sehari.

Apakah ubur-ubur di Danau Paisu Batongan menyengat?

Tidak. Ubur-ubur di danau air asin ini tidak menyengat, sehingga pengunjung boleh berenang di antara mereka. Syaratnya tegas: tanpa tabir surya atau losion, tanpa kaki katak, tidak menendang di dekat ubur-ubur, dan tidak mengangkatnya dari air. Danau tertutup seperti ini mudah rusak oleh bahan kimia dari kulit.

Berapa biaya ke Mbuang-Mbuang?

Pos terbesar adalah speedboat, sampai Rp 4.000.000 per perahu, atau Rp 1.000.000 per orang kalau dibagi berempat. Kapal umum sekitar Rp 100.000 sekali jalan. Tiket danau dan Bukit Popisi tercatat Rp 35.000 per orang, dan homestay mulai Rp 100.000 sampai 175.000 per malam. Semuanya dibayar tunai.

Kapan waktu terbaik ke danau ubur-ubur Banggai Laut?

Mei sampai Oktober, dengan September dan Oktober sebagai bulan paling tenang. Dari Desember sampai Februari gelombang sering membuat penyeberangan mustahil. Bahkan di musim kemarau juru mudi akan membatalkan keberangkatan kalau laut sedang naik, jadi sisihkan satu hari cadangan dan jangan menjadwalkan penerbangan pulang terlalu mepet.

Apakah ada homestay di Mbuang-Mbuang?

Ada, tetapi sederhana. Platform desa wisata Kementerian Pariwisata mencatat homestay desa mulai Rp 175.000 per malam dengan kamar mandi bersama, kipas angin, dan sarapan, serta homestay di Pantai Pasir Panjang mulai Rp 100.000. Listrik terbatas dan sinyal telepon lemah, jadi bawa power bank dan uang tunai secukupnya.