Pulau Peleng adalah pulau terbesar di Kepulauan Banggai sekaligus yang paling dekat dari Luwuk, cukup dua jam naik kapal kayu. Di pulau inilah Danau Paisu Pok berada, jadi kalau danau itu tujuan utama Anda ke Banggai, Peleng adalah tempat menginapnya. Pulau ini punya homestay, satu-satunya jalan yang dipakai wisatawan, sebuah laguna, dua pantai yang layak didatangi, dan dua gua dengan kolam biru di dalamnya. Dive center, resor, dan ATM yang bisa diandalkan belum ada.
Berikut panduan praktis ke Peleng dari tim kami, yang hampir tiap minggu mengantar tamu ke kapal Peleng: kapal mana yang sebaiknya dipilih dari tiga yang ada, berapa biaya sehari di pulau, di mana menginap, dan apa saja yang bisa dilakukan selain ke danau.
Pulau Peleng sekilas
| Di mana | Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, di seberang selat dari Luwuk |
| Ukuran | Sekitar 2.490 km², kurang lebih 132.000 jiwa di 12 kecamatan, ibu kota Salakan |
| Cara ke sana | Kapal kayu Luwuk–Leme-Leme, sekitar 2 jam, kira-kira Rp 55.000, siang menjelang sore setiap hari |
| Kapal satunya | Feri Luwuk–Salakan, 3,5–4 jam, kira-kira Rp 75.000, sore; salah kapal kalau tujuannya danau |
| Alasan utama datang | Danau Paisu Pok, 23 km dari Leme-Leme, tiket masuk Rp 5.000 |
| Menginap di mana | Desa Luk Panenteng di tepi danau, atau Leme-Leme dekat pelabuhan; Rp 150.000–250.000 |
| Keliling pulau | Sewa motor Rp 100.000–150.000 per hari dari homestay, atau mobil dengan sopir |
| Butuh berapa hari | Minimal dua malam, tiga malam lebih santai |
| Uang | Tunai saja di luar Salakan. Tarik di Luwuk |
Di mana Peleng, dan kenapa namanya sering bikin bingung
Peleng terletak di seberang selat, di sebelah timur Luwuk yang berada di daratan Sulawesi Tengah. Peleng termasuk gugusan Banggai, yang terbagi menjadi dua kabupaten: Banggai Kepulauan dengan ibu kota Salakan di Peleng, dan Banggai Laut di sebelah selatan. Banggai Laut bisa dicapai dengan feri langsung dari Luwuk selama sekitar delapan jam, atau dari Peleng: sekitar satu jam naik mobil dari Salakan ke dermaga Tobing, lalu 30 menit naik speedboat. Warga setempat menyebut “Peleng” dan “Bangkep” hampir bergantian, padahal keduanya lain dengan “Pulau Banggai” di Banggai Laut. Hasil pencarian di internet sering mencampuradukkan ketiganya, dan karena itulah banyak pengunjung salah naik kapal.
Pulau ini berbukit dan pedalamannya masih berhutan, dengan puncak tertinggi sekitar 1.100 m. Sebagian besar dari 132.000 penduduknya tinggal di pesisir, berkebun kelapa dan ubi jalar atau melaut. Peleng punya tarsius endemik, tarsius Peleng, dan pada 2020 para ahli burung mendeskripsikan spesies baru dari pegunungannya, kipasan Peleng. Itu tanda betapa jarang pedalaman pulau ini dijelajahi orang luar. Dari jalan raya, yang terlihat hanyalah kebun kelapa, laut, dan kampung-kampung yang rumahnya berdiri sampai ke tepi air.
Cara ke Peleng dari Luwuk dan kapal mana yang tepat
Dari dua pelabuhan di Luwuk ada tiga jenis kapal ke Peleng. Pilihannya bergantung pada satu hal: apakah Paisu Pok tujuan utama Anda.
- Kapal Leme-Leme. Kapal kayu penumpang dari Pelabuhan Rakyat, tak jauh dari pusat kota Luwuk. Berangkat sekali sehari, resminya jam 2 siang tapi biasanya molor, dengan lama perjalanan sekitar dua jam dan tarif kira-kira Rp 55.000. Leme-Leme adalah kampung pelabuhan di pesisir barat Peleng, 23 km lewat darat dari danau. Inilah kapal yang Anda cari.
- Feri Salakan. Feri yang lebih besar dari pelabuhan satunya, berangkat sore, 3,5–4 jam, kira-kira Rp 75.000. Salakan adalah ibu kota kabupaten di sisi lain pulau, tiga jam lewat darat dari Paisu Pok. Pilih feri ini kalau ada urusan di Salakan atau membawa kendaraan. Kalau salah naik, Anda baru tiba malam hari dan masih jauh dari danau.
- Speedboat carter. Sekitar satu jam ke Peleng dan bisa berangkat kapan saja. Tarif carter pulang-pergi bisa beberapa juta rupiah, tergantung kapalnya. Hitungannya masuk untuk rombongan empat orang atau lebih, tapi mahal kalau berangkat sendiri.
Kapal kayu dari Leme-Leme kembali ke Luwuk sekitar jam 8 pagi, jadi habiskan malam terakhir di pesisir barat, bukan di Salakan. Tiket semua kapal dibeli langsung di pelabuhan pada hari keberangkatan dan dibayar tunai. Jam berangkat, beda kedua pelabuhan, dan cara mengecek jadwal pada pagi keberangkatan kami bahas di panduan jadwal kapal Luwuk ke Kepulauan Banggai.
Dari Jakarta, Surabaya, atau Bali, penerbangan ke Luwuk (LUW) transit di Makassar; belum ada penerbangan langsung. Pesawat paling cepat mendarat menjelang siang sementara kapal berangkat selepas makan siang, jadi kebanyakan orang menginap semalam di Luwuk dan baru menyeberang besoknya. Rute ke Luwuk dari Jakarta dan Bali kami bahas di artikel terpisah.
Keliling Peleng
Jalan yang dipakai wisatawan cuma satu: jalan pesisir barat dari Leme-Leme ke selatan menuju Luk Panenteng dan danau, 23 km atau sekitar satu jam naik motor. Aspalnya rusak di beberapa titik dan kendaraan jarang lewat, jadi yang perlu diwaspadai adalah lubang, bukan lalu lintas. Homestay di Leme-Leme menyewakan motor Rp 100.000–150.000 per hari. Pastikan lampunya menyala kalau Anda mungkin masih di jalan selepas magrib, karena sekitar jam 6 hari sudah gelap.
Pilihan lainnya mobil dengan sopir, cocok untuk keluarga atau yang membawa koper ke seberang pulau. Siapkan sekitar Rp 1.000.000–1.500.000 untuk sehari penuh, bisa lebih kalau tujuan akhirnya Salakan atau dermaga Tobing untuk menyeberang ke Banggai Laut. Tidak ada tempat rental resmi; pemilik homestay yang akan mengaturnya.
Soal sinyal, hanya Telkomsel yang benar-benar bisa diandalkan. Di Leme-Leme dan di danau sinyalnya cukup untuk WhatsApp dan peta, tapi tetap unduh peta offline sebelum berangkat dari Luwuk. ATM juga tidak ada di pesisir barat; bank terdekat di Salakan, tiga jam perjalanan. Tarik uang secukupnya di Luwuk dan minta pecahan kecil, karena warung dan homestay di kampung jarang punya kembalian.
Tempat wisata di Pulau Peleng

Danau Paisu Pok, pagi-pagi
Saran kami untuk danau ini hanya soal waktu. Paisu Pok paling cantik saat matahari baru terbit, sebelum permukaan air beriak dan sebelum rombongan wisata akhir pekan datang; di hari ramai, pengelola kadang membatasi waktu di dermaga. Dengan menginap di Luk Panenteng, Anda bisa berenang pagi-pagi. Tiket masuk Rp 5.000, sewa kano Rp 30.000, paddleboard Rp 100.000 per jam, dan camping di tepi danau Rp 35.000. Soal airnya, tarif, dan aturan selengkapnya ada di panduan Danau Paisu Pok.
Laguna Paisu Batango
Lima menit berkendara dari danau ada laguna dangkal berair hijau, tempat mata air tawar bertemu air laut. Laguna ini tempat mandi warga sekaligus objek wisata, jadi jangan kaget kalau ada yang sedang mencuci. Airnya paling jernih pagi hari dan keruh beberapa saat setelah hujan deras. Gratis, dan pas untuk mampir setengah jam sebelum ke pantai.
Pantai Poganda
Dua puluh menit dari danau, Poganda punya pasir putih, pohon kelapa, dan terumbu yang begitu dekat sehingga orang bisa snorkeling langsung dari pantai. Ada penginapan sederhana kalau Anda lebih suka tidur di tepi laut. Di beberapa titik Anda harus melewati karang hidup dan bintang laut untuk masuk ke air, jadi pakai alas kaki. Setelah angin kencang, sampah plastik sering terdampar di garis pasang meski warga rutin membersihkannya.

Gua Bab’banang dan Susendeng
Dua gua kapur dengan kolam yang birunya menyamai danau, cukup jalan kaki sebentar dari jalan raya. Dari Luk Panenteng perlu satu jam lebih naik motor dan tidak ada papan penunjuk, jadi ajak warga yang tahu jalannya. Bawa senter kepala, dan berenanglah hanya di titik yang ditunjukkan pemandu; kolamnya dalam dan batunya tajam.
Pantai Mandel dan sisi timur
Pantai Mandel di Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, sekitar satu jam dari Salakan, adalah pantai pasir putih panjang yang biasanya sepi. Mampirlah kalau Anda memang menyeberangi pulau, misalnya dalam perjalanan ke dermaga Tobing untuk lanjut ke Banggai Laut. Dari sisi danau butuh sehari penuh; enak dengan mobil dan sopir (paket 5 hari kami ke sini dari penginapan Paisu Pok), tapi melelahkan kalau naik motor.
Salakan
Ibu kota kabupaten ini kota pemerintahan yang sibuk: ada bank, pasar, kantor-kantor dinas, beberapa wisma bersih seperti Wisma Sidapore, dan sinyal terbaik di pulau. Wisatawan biasanya hanya singgah untuk menyambung perjalanan atau mengurus keperluan. Kurang cocok dijadikan basis liburan, tapi pas untuk menarik uang tunai dan membeli barang yang terlupa.
Yang tidak ada di Peleng
Di Peleng belum ada operator selam. Terumbu karang yang terkenal dan ikan capungan banggai di habitat aslinya ada di Banggai Laut, di selatan Peleng, sekitar 30 menit naik speedboat dari dermaga Tobing. Kalau tujuan utama Anda menyelam atau snorkeling, baca dulu panduan Kepulauan Banggai sebelum memutuskan hanya ke Peleng. Tiga hari cukup untuk danau, laguna, gua, dan kampung-kampungnya.
Menginap di Peleng
Sebisa mungkin menginaplah dekat danau. Alasan utama bermalam di Peleng adalah pagi hari di Paisu Pok, dan hanya dari Luk Panenteng danau bisa dicapai dengan dua puluh menit jalan kaki.

| Di mana | Seperti apa | Per malam |
|---|---|---|
| Desa Luk Panenteng | Homestay keluarga di tepi danau, kipas atau AC, makan dimasak pemilik, kebanyakan toilet jongkok | Rp 150.000–250.000 |
| Leme-Leme | Homestay dekat pelabuhan tempat kapal merapat; Novpitri Homestay yang paling sering dipakai tamu kami | Rp 150.000 (kipas) – 200.000 (AC) |
| Pantai Poganda | Beberapa penginapan sederhana di belakang pantai | Sekitar Rp 200.000 |
| Camping di danau | Tenda di tepi air, diatur lewat homestay | Rp 35.000 |
| Salakan | Wisma dan penginapan untuk pedagang dan pegawai, AC, wifi | Rp 250.000–350.000 |
Luk Panenteng Homestay di dalam desa bisa dihubungi di +62 851 6108 6218. Pilihan penginapan dan harga kamar di tiap pulau kami rangkum di panduan penginapan di Kepulauan Banggai.
Rencana 4 hari 3 malam di Peleng
- Hari 1. Pagi di Luwuk (kalau sempat, mampir ke Air Terjun Piala, 20 menit dari kota). Naik kapal siang ke Leme-Leme, lalu motor atau mobil ke Luk Panenteng sebelum gelap. Makan malam di homestay.
- Hari 2. Ke Paisu Pok begitu hari terang, dua–tiga jam berenang dan berkano. Mampir ke Paisu Batango dalam perjalanan pulang, lalu sore dan matahari terbenam di Pantai Poganda.
- Hari 3. Ke gua bersama pemandu lokal, atau kembali ke danau dengan lebih santai kalau pagi sebelumnya ramai. Sorenya pindah ke Leme-Leme dan menginap dekat pelabuhan untuk mengejar kapal jam 8 pagi.
- Hari 4. Kapal ke Luwuk, tiba menjelang siang, masih sempat mengejar penerbangan sore ke Makassar.
Banggai Laut dan terumbunya bisa disambung dari sini lewat penyeberangan Tobing, dan rute itulah yang kami pakai di paket Kepulauan Banggai 5 hari kami.
Paket Luwuk & Banggai: Air Terjun Biru & Snorkeling
Biaya di Peleng
| Item | Biaya (2026) |
|---|---|
| Kapal Luwuk–Leme-Leme, sekali jalan | Sekitar Rp 55.000 |
| Motor, per hari | Rp 100.000–150.000 |
| Mobil dengan sopir, per hari | Rp 1.000.000–1.500.000 |
| Homestay, per malam | Rp 150.000–250.000, sering termasuk makan malam |
| Tiket Paisu Pok / kano / paddleboard | Rp 5.000 / 30.000 / 100.000 per jam |
| Makan di luar homestay | Rp 20.000–40.000 per porsi di Leme-Leme dan Salakan |
| Sehari hemat, berdua | Rp 400.000–600.000 per orang, semua termasuk |
Waktu terbaik ke Peleng
Kapal beroperasi sepanjang tahun, tapi laut paling tenang dan cuaca paling kering antara Mei dan Oktober, terutama September dan Oktober. Desember sampai Februari ombak sering besar dan penyeberangan bisa batal. Kalau bisa, datanglah di hari kerja; saat akhir pekan dan tanggal merah danau ramai pengunjung dari Luwuk, dan selama dua minggu sekitar Idulfitri semua kamar di pulau penuh. Sore hari airnya lebih hangat, tapi pagi hari danau paling jernih dan masih sepi.
Lima kesalahan yang sering kami temui
- Naik feri Salakan karena itu yang muncul di Google, lalu menghabiskan pagi berikutnya di mobil menuju danau.
- Mengira danau bisa dikunjungi pulang-pergi sehari dari Luwuk. Dengan kapal berangkat jam 2 siang dan kapal pulang jam 8 pagi, itu tidak mungkin.
- Datang hanya membawa kartu ATM dan beberapa lembar seratus ribuan. Di pesisir barat, dua-duanya sulit dipakai.
- Berharap bisa menyelam. Titik selamnya ada di Banggai Laut, satu jam naik mobil dari Salakan ke Tobing lalu menyeberang dengan speedboat.
- Datang ke danau jam 12 siang di hari Minggu, saat air sudah keruh diaduk pengunjung dan danau tak lagi seperti di foto.
Kalau tidak ingin repot mengurus kapal, motor, dan uang tunai sendiri, paket Luwuk dan Paisu Pok 4 hari kami sudah mencakup Peleng lengkap dengan sopir, kamar, dan makan, dan jadwalnya tetap menyisakan pagi di danau.
Tanya jawab seputar Pulau Peleng
Peleng adalah pulau terbesar di Kepulauan Banggai, di seberang selat sebelah timur Luwuk, kota di daratan Sulawesi Tengah. Pulau ini masuk Kabupaten Banggai Kepulauan yang beribu kota di Salakan, di pulau yang sama. Luasnya sekitar 2.490 km² dengan kurang lebih 132.000 penduduk, dan Danau Paisu Pok ada di pesisir baratnya, di Desa Luk Panenteng.
Naik kapal kayu penumpang dari Pelabuhan Rakyat Luwuk ke Leme-Leme di Peleng. Berangkat sekali sehari siang menjelang sore, sekitar 2 jam, kira-kira Rp 55.000, dibayar di pelabuhan pada hari itu. Dari Leme-Leme 23 km naik motor atau mobil ke Danau Paisu Pok. Feri ke Salakan juga bisa, tapi dari Salakan ke danau masih tiga jam berkendara.
Tidak dengan kapal umum: kapal berangkat selepas makan siang dan kapal pulang jam 8 pagi, jadi kunjungan paling singkat yang realistis adalah dua malam. Speedboat carter bisa Luwuk–Peleng pulang-pergi dalam sehari, tapi Anda tiba di danau pada jam paling ramai dan paling mahal. Menginaplah di Luk Panenteng dan lihat danau saat fajar.
Minimal dua malam supaya Anda sempat menikmati pagi di Paisu Pok. Tiga malam memberi waktu untuk Laguna Paisu Batango, Pantai Poganda, dan gua kolam biru tanpa terburu-buru. Kalau ingin lanjut ke terumbu Banggai Laut lewat Tobing, tambahkan tiga hari.
Hanya di Salakan, ibu kota kabupaten, tiga jam lewat darat dari danau dan homestay di pesisir barat. Leme-Leme, Luk Panenteng, dan Poganda hanya menerima tunai, dan kembalian untuk pecahan besar sering tidak ada. Tarik uang secukupnya di Luwuk sebelum naik kapal.
Kebanyakan orang datang untuk Danau Paisu Pok, yang sering disebut danau paling jernih di Indonesia. Selain itu ada Laguna Paisu Batango, pantai pasir putih Poganda dan Mandel, gua kapur berkolam biru di Bab’banang dan Susendeng, tarsius endemiknya sendiri, dan homestay kampung tempat pemiliknya memasak. Terumbu karang dan ikan capungan banggai liar ada di Banggai Laut, bukan Peleng.

